bumbu desa
bumbu desa

Bumbu Desa

MENDATANGKAN BAHAN MASAKAN DARI GARUT DAN TASIKMALAYA
Rumah makan Sunda ini peringkat ketiga rumah makan favorit pilihan keluarga versi survey lntisari. (‘ Semah!” seru seorang pelayan berbusana tradisonal Sunda ketika ada pengunjung rnasuk. Seruan itu segera diikuti oleh sambutan pelayan lainnya, “Wilujeng sumping!” Kata “semah” berarti tamu, sementara “wilujeng sumping” berarti selamat datang. Suasana tradisional makin terasa saat kita menuju meja panjang ala prasmanan yang menyajikan sekitar 70-an jenis masakan. “Semua hidangan ini merupakan hidangan tradisional Sunda,” tutur Endang Sudrajat, penyelia rumah makan Bumbu Desadi Jln. Laswi, Bandung. Konsep rumah makan milik Arief Wirawangsadita ini memang mengusung semangat melestarikan budaya Sunda, termasuk makanan. Resep makanan dijaga tetap autentik. Agar pengunjung tidak bosan dengan menu yang sama, rumah makan ini selalu mengganti menu setiap bulan. Meski begitu, menu utama yang menjadi ciri khas dipertahankan selalu tersedia. Menu tersebut antara lain ayam goreng laos, ayam goreng bumbu kecap, usus ayam goreng, dan ati-ampela. Juga berbagai jenis ikan dan udang. Aneka hidangan ikan air tawar khas dataran tinggi Parahyangan juga selalu tersedia, seperti gurami goreng dan ikan mas goreng. Tak ketinggalan pula sajian gurih seafood seperti udang goreng tusuk, udang peci, dan cumi goreng. Secara garis besar, menu dibagi menjadi kelompok lauk pauk, sayur tumis, dan nasi.

 

 

Tak hanya nasi putih, Bumbu Desa juga menyediakan nasi beras merah. Selain aneka pepesan, tersedia juga beragam menu tumis mulai tumis genjer, tumis jamur, tumis leunca, dll. Dari daftar sayur, terdapat sayur asem depgan bumbu ulek yang segar dan sayur lodeh yang legit. Ada pula karedok dan pencok leunca. Pokoknya, dijamin konnplet. Impor dari Garut dan Tasikmalaya Salah satu menu andalan adalah gurami pesmol. Masakan Sunda ini punya ciri khas asam-manis-sedikit pedas dengan cita rasa rempah kunyit yang kuat. Menu andalan lain yakni ayam cabai hijau. Jika umumnya ayam masak cabai hijau digoreng terlebih dahulu, di Bumbu Desa ayam justru hanya dikukus. Cara ini membuat tekstur dagingnya terjaga tetap lembap dan lembut. Bagi petualang kuliner yang suka mencari tantangan baru, rumah makan ini menawarkan menu spesial udang rarong dan ikan paray. Keduanya adalah ikan kecil mirip mujair yang jarang dijumpai. Bahan dasar dua masakan tersebut khusus didatangkan dari daerah Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Di Bumbu Desa, ikan mini ini digoreng tepung hingga kering, renyah, dan gurih. Kisaran harga menu Bumbu Desa mulai Rp 3.000,- untuk sepotong perkedel hingga yang termahal gurami cobek/pesmol/ sup seharga Rp 44.000,-/porsi. Bukan hanya bahannya yang didatangkan dari kampung, bahkan tukang masaknya pun sengaja didatangkan dari kampung daerah Garut. Karena menunya komplet, siapa pun yang datang ke sini dijamin akan menemukan masakan favoritnya. Dengan puluhan jenis masakan dan ruangan yang bisa menannpung lebih dari 200 pengunjung (kursi dan lesehan), restoran ini layak Anda jadikan tujuan makan bersama keluarga. Dalam urusan masakan, Bumbu Desa menganut selera tradisional.

Dalam urusan pelayanan, restoran ini menerapkan gaya modern. Sekalipun menu yang kita pesan jumlahnya banyak, hidangan datang dalam tempo yang cepat dalam kondisi hangat dan siap santap. Dengan interior perpaduan gaya modern dan tradisional, rumah makan ini bersih dan rapi sehingga membuat masyarakat kosmopolitan nyaman bersantap di sini. Perabot, meja, kursi, dan rak pajang terbuat dari kayu polos dengan garis sederhana yang memperkuat kesan modern minimalis. Adanya sangkar bambu di langit-langit sebagai kap lampu memberi sentuhan natural tradisional yang lembut. Berbagai keistimewaan ini memang layak membuat Bumbu t)esa menyandang predikat restoran terbaik. Sejak dibuka pada 18 Neptember 2004, restoran ini sekarang sudah bisa memiliki 30 cabang indonesia, 2 di Malaysia, dan 1 di Singapura. • (shinta/rony)