Yamin, sejenis hidangan serupa mi ayam, termasuk salah satu makanan populer di Bandung. Dari sekian banyak penyaji yamin di kota ini, warung Mie Naripan yang sudah berdiri sejak tahun 1965 mungkin bisa disebut sebagai yang paling kondang.

Dilihat dari tempatnya, warung ini terkesan biasa saja. Berupa rumah tua yang sengaja tidak dipoles menjadi modern. Kira-kira masih serupa dengan kebanyakan resto masakan Cina zaman doeloe. Dindingnya banyak dihiasi kalender dengan berbagai tema gambar. Yang unik, dapur Mie Naripan ada di bagian depan. Jadi, bila kita masuk ke warung ini, maka bagian yang akan kita lihat pertama adalah dapur. Di dapur sederhana inilah pesanan kita akan diracik, tapi ini bukan dapur untuk membuat mi layaknya resto mi tarik. Mi yang digunakan di warung ini adalah mi buatan sendiri. John Critando (70 tahun), pemilik warung, mengaku selalu mengawasi pembuatan mi yang akan disajikan. Resepnya merupakan resep keluarga yang diwariskan secara turun temurun sejak 1965. Resep inilah yang menyebabkan para pelanggan setia dengan warung ini sekalipun sekarang di Bandung terdapat banyak sekali penjual mi serupa. Mie Naripan agak berbeda dari mi kebanyakan. Wujudnya halus dengan warna kuning alami, teksturnya tidak ulet. Untuk menghasiikan tekstur semacam ini, Mie Naripan menggunakan banyak telur. Warnanya kuning lembut alami, dihasilkan oleh warna alami telur dan tepung, bukan kuning mencolok karena tambahan bahan pewarna. Selain mi, warung ini juga memproduksi sendiri bakso sapi, bakso goreng, dan pangsit. Setiap hari John mulai , membuat mi sejak pukul 05.00. la berani menjamin bahwa Mie Naripan selalu dibuat baru dan segar setiap hari.

Sambal taoce Begitu kita duduk, segelas teh tawar akan datang. Dengan ditemani segelas teh ini kita bisa melihat daftar menu yang sangat bervariasi, meski yang utama adalah menu mi dan bihun. Variasinya mulai dari yamin asin sampai yamin manis. Yamin asin adalah mi ayam dengan tambahan bumbu kecap asin sehingga mi terasa gurih dan tetap berwarna kuning. Sedangkan yamin manis menggunakan tambahan sedikit kecap manis sehingga mi lebih berasa manis pekat dan warnanya kecokelatan. Pilihan yamin bisa polos maupun dengan tambahan komponen lain. Aneka tambahan dapat berupa bakso, pangsit, babat, atau yamin spesial yang berisi semuanya. Tambahan serupa bisa pula diterapkan untuk yahun, yang ini menggunakan bahan utama bihun. Pelayanannya pun cukup cepat. Biasanya John sendiri yang

akan meracik mi di dapur. Saat mi disiapkan, aroma kuah kaIdu menyebar ke seluruh ruangan, langsung membangkitkan selera makan. Mi yamin disapkan terpisah dari kuahnya yang menempati mangkuk sendiri. Mi yang cantik dilengkapi dengan daun selada keriting utuh dan taburan ayam cincang yang pas paduan rasa manis, asin, dan gurihnya. Kuahnya ditaburi daun bawang dan tongcai atau sawi asin cincang. Tampilan kuah yang bercita rasa ringan ini bersih tanpa lemak karena menggunakan kaldu dari ayam kampung. Yang menarik, sambalnya menggunakan tambahan taoco, jadi terbayang kan legitnya bila diaduk dengan mi. Sambal taoco ini juga nikmat untuk cocolan bakso goreng yang gurih dan kenyal yang juga menjadi trade mark Mie Naripan. Selain sambal taoco, sebenarnya ada juga sambal bawang putih. Namun, sambal ini hanya dihidangkan untuk menu mi babat. Yamin manis dan asin polos ditawarkan .seharga Rp 19.000,- seporsi. Sedangkan yang menggunakan tambahan bakso atau yang lainnya dalam kisaran Rp 23.000,-. Bakso goreng Rp 5.000,- seporsi. Selain menu yamin, tersedia juga menu masakan Cina lain Misalnya nasi goreng, puyunghai, sampai bubur ayam, juga tahu bakso. Periu dicatat bahwa yamin Nairpan menggunakan bahan-bahan halal bagi kaum Muslim, meski ada menu masakan Cina yang tidak halal. “Selain karena makanannya enak, kami ke sini juga sambil bernostalgia,” ujar Mieke, pelanggan setia yang pernah tinggal di Bandung dan kini menetap di Jakarta. Jika sedang berkunjung ke sini, ia dan keluarganya memi►ih yamin manis yang dipadukan dengan es perasa jeruk. Paduan yang pas. sumber intisari